Archive

Archive for October, 2010

OTECH F1, Ponsel dengan 4 Kartu SIM

26 October 2010 Leave a comment

OTECH F1, Ponsel dengan 4 Kartu SIM
Tak cukup dengan dua nomor? Empat nomor seharusnya lebih dari cukup.

Tidak puas dengan telepon selular dual-SIM alias dua nomor yang kini dijajakan di gerai-gerai ponsel? Nah, sekarang mulai bermunculan ponsel-ponsel triple-SIM card atau sering disebut hybrid.

Jika masih merasa kurang dengan tiga nomor, tak perlu khawatir. Karena sekarang sudah muncul ponsel dengan empat kartu SIM sekaligus alias quad-SIM. Tak cuma menampung empat kartu SIM yang aktif secara bersamaan, OTECH F1 juga kabarnya akan hadir dengan teknologi glow in the dark.

Ada bermacam-macam opini yang menyambut OTECH F1. Mulai dari pujian karena dianggap sangat cocok untuk pasar berkembang dengan tarif selular murah, sampai yang menganggapnya sebagai ponsel aneh, konyol, dan dianggap terlalu berlebihan.

Ya, saat pertama kali melihat layar ponsel dengan empat indikator kekuatan sinyal aktif, rasanya memang sedikit aneh. Belum lagi kalau Anda menerima sekaligus tiga panggilan masuk dari tiap-tiap nomor. Namun, kabar baiknya Anda dapat menikmati berbagai promo tarif murah milik empat operator yang ada di Indonesia secara bersamaan.

Secara fisik dan desain, OTECH F1 masih mengandalkan keypad Qwerty sesuai tren, plus layar sebesar 2,4 inci. Layaknya ponsel China yang beredar di pasaran, ponsel ini juga dilengkapi dengan TV built-in yang mendukung PAL, NTSC, dan SECAM.

Selain itu, Anda juga dapat menemukan radio FM dan Bluetooth. Namun, untuk konektivitas data, jangan berharap terlalu banyak. OTECH F1 cuma mampu menyediakan akses GPRS untuk Internet.

Meski tertulis kamera berkemampuan 12.1 megapiksel di sisi belakang ponsel, hasilnya belum cukup meyakinkan. Mengingat ini hanyalah sebuah ponsel merk lokal yang beredar di China dengan akses sebatas GPRS. Kemungkinan besar hanya kamera VGA biasa.

Belum diketahui apakah ponsel dengan desain yang sama sudah beredar di Indonesia dengan merk yang berbeda. Bisa jadi Nexian, HT Mobile, Mito Mobile, atau produsen ponsel China lain sudah memasarkannya lebih dulu di Tanah Air. (umi)

• VIVAnews

Categories: Handphone, News

Telkomsel: Rp536 M untuk Ubah Contact Center

26 October 2010 1 comment

Telkomsel: Rp536 M untuk Ubah Contact Center
Contact center masa depan diartikannya sebagai revenue center dan berbasis Web.

Jika berbicara contact center, komplain pelanggan seolah menjadi pasangan setianya. Ya, contact center sangat diperlukan terutama bagi perusahaan-perusahaan dengan customer base berjumlah besar, seperti misalnya di industri perbankan, telekomunikasi, asuransi, dan semacamnya.

Namun, contact center hari ini bukan lagi sekadar layanan purna jual di mana sebuah perusahaan menghadapi keluhan pelanggan. Teknologi dan pengembangan layanan akan mengubah contact center menjadi revenue center di masa depan.

“Contact center harus bisa ‘menyulap’ keluhan menjadi beli. Bisa dibayangkan. Setelah keluhannya diselesaikan, staf contact center bisa melakukan up-selling atau cross-selling,” kata Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno melalui keterangannya, Selasa 26 Oktober 2010.

“Kalau di industri telekomunikasi, pelanggan bisa ditawarkan paket-paket promosi atau nilai tambah lainnya, seperti lagu-lagu untuk nada sambung pribadi (NSP). Ini yang dinamakan revenue center,” imbuhnya usai menerima penghargaan Platinum Award for Excellent Performance Above 100 Seats dari CEO HK Benchmarking Clearinghouse Sidney Yuen di ajang Asia Pacific Contact Center Association Leaders 2010 (APCCAL 2010).

Prestasi tersebut diraih Telkomsel karena dianggap mampu menyediakan pusat layanan pelanggan yang terpadu, mulai dari layanan walk-in, call center, hingga customer service online.

Tahun ini, diakui Sarwoto, perusahaan secara total akan menanamkan modal hampir US$60 juta dolar atau setara Rp535,7 miliar untuk modernisasi sistem yang mendukung contact center atau disebut customer relation management (CRM). Ada beberapa vendor terkemuka penyedia solusi CRM, seperti SAP, Oracle, dan Microsoft. Telkomsel sendiri berencana melakukan tender dalam waktu dekat.

“Nantinya, seluruh contact center di industri akan berbasis Web dan serba disentralisir. Saat ini, informasi sudah dapat diakses secara virtual, baik berbasis telepon, teks, Web, dan e-mail, sampai VoIP,” jelas Sarwoto.

• VIVAnews

Categories: News, Telkomsel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.